Minggu, 23 Oktober 2011

Filled Under:

PESANTREN BABAKAN CIWARINGIN CIREBON

Minggu, Oktober 23, 2011

BABAKAN DESA PESANTREN

Tahun 1960-an, dunia pendidikan kepesantrenan di Babakan menunjukkan perkembangannya. Ini diperlihatkan pada banyaknya asrama pesantren yang didirikan. Bahkan karena banyaknya asrama pesantren yang berdiri, masyarakat setempat menjadi latah menyebut Pesantren Babakan secara geografis menjadi dua sebutan, yaitu Komplek Babakan utara dan Babakan selatan.

Pertumbuhan Pondok Pesantren Babakan inilah semakin hari semakin bersinar dan tidak jarang banyak kalangan menaruh perhatian terhadap pengembangan pendidikan Islam di pesantren Babakan ini. Hingga kini, ada 34 pondok pesantren putra-putri dan lembaga pendidikan formal lainnya.

KH Syarif Hud Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Mutaallimin mengatakan pondok pesantren di Babakan tumbuh menjamur, sehingga dikenal dengan kampung pesantren. Letak antara pesantren yang satu dengan lainnya berdekatan, bahkan ada yang dibatasi pagar tembok.

Nama-nama asrama pesantren dimaksud adalah: komplek Babakan Utara, terdiri dari Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin yang didirikan oleh KH Amin (saat ini diasuh oleh KH Afif Zuhri Amin). Ini pesantren pertama di Babakan Ciwaringin. Kemudian Asrama Fatimiyah Ma'hadul Ilmi/AFMI (saat ini diasuh oleh KH Maksum Mochtar), Pondok Pesantren Asrarur Rafiah (KH Muhtadi Syarief), Pondok Pesantren Al-Badar (saat ini diasuh oleh KH Tohari), Pondok Pesantren Mahad at-Talim al-Baqiyah as-Salihah/MTBS (saat ini diasuh oleh Ustadz Yusuf), Pondok Pesantren Ma'hadul Ilmi (saat ini diasuh oleh Ustadz Hamzah Hariri), Pondok Pesantren az-Ziyadah (saat ini diasuh KH. Asmawi), Pondok Pesantren al Barakah (Didirikan oleh KH Syadzili) Balai Pendidikan Pondok Putri/Bapenpori (saat ini diasuh oleh KH. Amin Fuad), Pondok Pesantren As-Sanusi (diasuh oleh KH Abdul Kohar), Pondok Pesantren Dahlia (Ustadz Marzuki), Pondok Pesantren As-Suhada (Ustadz Toha Amin), Pondok Pesantren As-Saadah (Ustadz Abdurrahman), Pondok Pesantren Ikhwanul Muslimin/PPIM (saat ini diasuh oleh KH Natsir), Pondok Pesantren at-Taqwa (Ustadz Busyer), Pondok Pesantren al-Munir (Ustadz Munir), Pondok Pesantren al-Furqan (Ustadz Hasan), Pondok Pesantren Al-Mustain (Ustadz Marzuki), dan Pondok Pesantren Al-Faqih (didirikan oleh KH M. Thobiin).

Sementara Pesantren Babakan Selatan, terdiri dari: Pondok Pesantren Miftahul Muta'allimin pesantren pertama di wilayah Selatan(Didirikan oleh Kyai Mad Amin, saat ini diasuh oleh KH Syarief Hud Yahya), Pondok Pesantren Assalafie (didirikan oleh KH Syaerozi, saat ini diasuh oleh KH Azka Hammam Syaerozi dan KH Yasyif Maemun Syaerozi), Pondok Pesantren Muallimin-Muallimat (didirikan oleh KH. Amin Halim, saat ini diasuh oleh KH Zamzami Amin dan KH Marzuki Ahal), Pondok Pesantren Assalam (diasuh oleh KH Mukhtasun), Pondok Pesantren Kebon Jambu (didirikan oleh KH Muhammad, saat ini diasuh oleh Ustadz Asror Muhammad), Pondok Pesantren Raudlatul Banat (didirikan oleh KH Syarief Hud Yahya), Pondok Pesantren Al Muntadhor (diasuh oleh KH Burhanuddin), Pondok Pesantren Al Hikmah (diasuh oleh KH Nasihin Aziz), Pondok Pesantren Hadiqah Usyaqil Quran/HUQ (Diasuh oleh KH Nurhadi Thayib), Pondok Pesantren al Ikhlas (diasuh oleh KH Mukhlas), Pondok Pesantren Asshalihah (didirikan oleh KH Hasan Palalo), Pondok Pesantren al Huda (diasuh oleh Ustadz Rumli Muntab), Pondok Pesantren Masyarikul Anwar (diasuh oleh KH Makhtum Hanan), Pondok Pesantren Al Kamaliyah (diasuh oleh KH Tamam Kamali), dan Pondok Pesantren Al Kautsar (KH Muhaimin).

Disamping asrama pondok pesantren, Babakan juga memiliki sejumlah lembaga pendidikan formal baik negeri maupun swasta. Di antara lembaga pendidikan negeri, yaitu Madrasah Aliyah Negeri (disebut juga dengan MAN Model), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)dan Sekolah Dasar Negeri (SDN).

Sementara itu, guna membekali santri dengan ijazah yang legitimate, pendidikan madrasah dan sekolah umum yang terstruktur dan berjenjang, didirikan di bumi Pesantren Babakan. Di antaranya adalah: pendidikan tingkat Taman Kanak-Kanak,RA/TK Uswatun Hasanah dan TK Perjuangan), Madrasah Ibtidaiyah (Amalul Mutaallimin – yang berganti nama menjadi Madrasah Terpadu Tunas Cendekia, dan Madrasah Rahmatal Lilalamin), Madrasah Tsanawiyah (Salafiyah Syafiiyah/MSS), Madrasah Terpadu Tunas Cendekia jenjang Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Pesantren/SMPP, Madrasah Aliyah Pesantren/MAP - yang berganti nama menjadi Madrasah Terpadu Tunas Cendekia, SMK Ciwaringin, dan Madrasah al Hikamus Salafiyah (MHS) yang mengelola tingkat: Ibtida'iyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Ma'had Ali.

Disamping lembaga pendidikan tingkat Atas/Aliyah ke bawah, Pesantren Babakan Ciwaringin juga menyelenggarakan pendidikan Strata satu (S1), yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Mahad Ali (STAIMA) dengan konsentrasi pada studi pendidikan Islam/Tarbiyah, Ma'had Ali al-Hikamus Salafiyah yang mengkonsentrasikan pada studi Hukum dan Sejarah Pemikiran Islam, dan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Biruni yang berkonsentrasi pada ilmu dakwah. Pendidikan lain yang bersifat non-formal adalah berbagai lembaga kursus di bawah naungan Yayasan Amal al-Biruni dan Ma'had Ali Kebudayaan.

Gagasan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan sosial di Pesantren Babakan tersebut telah mendapat respons positif dari kalangan kiai pengasuh. Selain secara kognitif, tujuan penyelenggaraan pendidikan di Pesantren Babakan Ciwaringin diarahkan pada upaya membentuk para santri dan pelajar agar memiliki kecerdasan dan menguasai ilmu agama dan umum serta keterampilan tertentu, juga santri dan pelajar diharapkan mempunyai akhlak yang terpuji dan peka terhadap fenomena-fenomena sosial serta terampil dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmunya.

0 komentar:

Total Tayangan Laman